
Berjalan2 dengan bus kota, seperti biasa bila menyetop di pertengahan route sulit tuk mendapat tempat duduk.
Tak lama kemudian naiklah seorang ibu tua dengan menggandeng anak kecil kira2 kelas 5 SD, sang ibu menuntun sang anak menerobos sesaknya penumpang saat itu, menyodorkan sang anak untuk berdiri di samping tempat duduk berpenumpang.
Bus bergerak lagi, sang ibu mulai berceloteh kepada sang anak..."aduh..kaki ini terasa panas nak..." sembari sesekali matanya melirik ke kiri kanan ke penumpang yang duduk (ohooo berharap ada yang memberi tempat duduk)
Sialnya hingga gw turun, sang ibu tidak berhasil mencuri simpati penumpang yang duduk, ah kasihan gak siy....
Esoknya gw jajal naik bus kota lagi berkeliling kota, dan ach...ach...gw berada pada waktu yang tepat dan jam yang tepat.. SI IBU ITU NAIK LAGI !!! lengkap dengan sang anak kecil dan tentu....keluh kesah tuk mendapat simpati...(sialnya serang yang duduk tepat di samping si ibu sedang tidur!!)
Belakangan gw baru tau jawaban atas
TIDUR DALAM PERJALANAN, well ternyata orang tidur di bus bisa jadi lebih kepada menghindari pengamen, menghindari mengalah kepada penumpang tua, hamil, dls..dls...
gw sempat tidak simpati pada kelakuan si ibu.. bagaimanapun itu adalah PILIHAN si ibu tuk meniaiki bus kota, bayangkan!! dia naik bus kota itu setiap harinya dan bisa di pastikan selalu penuh!!!, artinya, setiap hari si ibu akan berkeluh kesah, ngomel berharap simpati. Apakah si ibu benar2 lemah tuk berdiri sepanjang perjalanan?, tiap hari gitu lho....
Tentu akan lebih baik tuk bersikap tabah dan menerima situasi yang --apalagi-- tiada pilihan lagi itu.... ya khan??
Slogan "Mengalah kepada orang tua", "Berikan tempat duduk kepada yang lemah", nampaknya harus disikapi secara bijak.
Gimana pendapat pembaca yang budiman, terhadap segelintir orang yang memanfaatkan "SLOGAN" tersebut demi kepentingan pribadi tersebut....
STAY TUNE !!!